Minggu, 01 Agustus 2010

PERAN DAN FUNGSI BIDAN

A. Pendahuluan

Kita telah memasuki era globalisasi. Di dalam era ini dunia terasa tanpa batas sehingga mengakibatkan terjadinya banjir informasi. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan yang semakin maju dengan datangya modal-modal asing, rumah sakit asing maupun tenaga asing.

Bidan merupakan suatu profesi dinamis yang harus mengikuti perkembangan di era ini. Oleh karena itu bidan harus berpartisipasi mengembangakan diri mengikuti permainan global. Partisipasi ini dalam bentuk peran aktif bidan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan dan organisasi profesi.

Peningkatan kualitas ini tidak luput dan tetap mengacu pada peran, fungsi dan tanggung jawab bidan. Oleh karena itu dalam pendidikan Dili Kebidanan yang nantinya akan mencetak calon bidan, diperlukan materi kuliah yang berkaitan dengan peran dan fungsi bidan.

B. Uraian Materi

  1. Peran dan fungsi Bidan

a. Pelaksana

Sebagai pelaksana, bidan mempunyai tiga kategori tugas yaitu :

1) Tugas mandiri

a) Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.

b) Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi asuhan kebutuhan klien

c) Menentukan diagnosa

d) Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi

e) Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

f) Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan

g) Membuat rencana tindak lanjut kegiatan tindakan

h) Membuat catatan dan laporan kegiatan tindakan.

i) Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja dan wanita pranikah dengan melibatkan klien.

(1) Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan wanita dalam masa pra nikah

(2) Menentukan diagnosa dan kebutuhan pelayanan dasar

(3) Menyusun rencana tindakan layanan, sebagai prioritas dasar bersama klien

(4) Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana

(5) Mengevaluasi hasil tindakan. layanan yang telah diberikan bersama klien

(6) Membuat rencana tindak lanjut tindakan layanan bersama klien

(7) Membuat catatan dan pelaporan asuhan kebidanan


j) Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal.

(1) Mengkaji status kesehatan klien yang dalam keadaan hamil

(2) Menentukan diagnosa kebidanan dan kebutuhan kesehatan klien

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun

(5) Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien

(6) Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang telah diberikan.


k) Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/keluarga

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien yang dalam masa persalinan

(2) Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

(5) Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan

(6) Membuat rencana tindakan pada ibu masa persalinan sesuai dengan prioritas

(7) Membuat asuhan kebidanan.


l) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

(1) Mengkaji status kesehatan bayi baru lahir dengan melibatkan keluarga

(2) Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

(5) Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan.

(6) Membuat rencana tindak lanjut

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang telah diberikan.

m) Memberikan asuhan kepada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu nifas

(2) Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana

(5) Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan.

(6) Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang telah diberikan.


n) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana.

(1) Mengkaji kebutuhan pelayanan keluarga berencana pada pus/wus.

(2) Menentukan diagnosa dan kebutuhan pelayanan.

(3) Menyusun rencana pelayanan KB sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana

(5) Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan

(6) Membuat rencana tindak lanjut pelayanan bersama klien.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan


o) Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause

(1) Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien

(2) Menentukan diagnosa, prognosa, prioritas dan kebutuhan asuhan

(3) Menyusun rencana asuhan sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.

(5) Mengevaluasi asuhan kebidanan yang lelah diberikan.

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan


p) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga

(1) Mengkaji status kesehatan sesuai dengan tumbuh kembang bayi/balita.

(2) Menentukan diagnosa dan prioritas masalah

(3) Menyusun rencana asuhan sesuai dengan prioritas masalah

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.

(5) Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan.

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan.


2) Tugas kolaborasi/kerjasama

a) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi

(3) Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi serta kerjasama dengan klien

(4) Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien.

(5) Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan.


b) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.

(1) Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dan tindakan kolaborasi.

(3) Menyusun rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus ibu hamil risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas

(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama.

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan

c) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan.

(3) Menyusun rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu dalam masa persalinan dengan risiko tinggi

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan


d) Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan.

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan pertolongan, pertama sesuai dengan prioritas

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan


e) Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga.

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan


f) Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas sesuai dengan faktor risiko dan keadaan kegawatdaruratan.

(3) Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas

(4) Melaksanakan asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan memberikan pertolongan pertama sesuai prioritas

(5) Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama

(6) Membuat rencana tindak lanjut bersama klien dan keluarga

(7) Membuat pencatatan dan pelaporan.


3) Tugas ketergantungan/merujuk

a) Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan yang memerlukan tindakan di ruang lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan.

(2) Menentukan diagnosa, prognosa, dam prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/keluarga.

(3) Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasi yang lengkap.

(4) Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

b) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan kegawatdaruratan.

(1) Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan.

(2) Menentukan diagnosa, prognosa. dam prioritas.

(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

(4) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan

(5) Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang.

(6) Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi

c) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatdaruratan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan.

(2) Menentukan diagnosa, prognosa, dam prioritas.

(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan.

(4) Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang.

(5) Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

d) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas dengan penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatdaruratan pada ibu dalam masa nifas yang memerlukan konsultasi dan rujukan

(2) Menentukan diagnosa, prognosa dan prioritas

(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

(4) Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang

(5) Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi.

e) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga.

(1) Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi dan rujukan

(2) Menentukan diagnosa, prognosa, dam prioritas

(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan dan memberikan asuhan kebidanan pada bayi lahir dengan tindakan

(4) Mengirim klien kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang

(5) Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi

f) Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga

(1) Mengkaji adanya penyulit dan keadaan kegawatdaruratan pada balita yang memerlukan konsultasi dan rujukan

(2) Menentukan diagnosa, prognosa, dan prioritas

(3) Memberikan pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan

(4) Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/istitusi pelayanan kesehatan yang berwenang

(5) Membuat, pencatatan dan pelaporan mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi


b. Pengelola

1) Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien.

2) Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan dan mengembangkan program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.

3) Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian dengan masyarakat.

4) Mengelola kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta K3 sesuai dengan rencana.

5) Mengkoordinir, mengawasi dan membimbing kader, dukun atau petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB.

6) Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan an ik serta KB termasuk pemanfaatan sumber-sumber yang ada pada program dan sektor terkait.

7) Menggerakkan, mengembangkan kemampuan masyarakat dan memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.

8) Mempertahankan, meningkatkan mutu dan keamanan praktik profesional melalui pendidikan, pelatihan, magang dan kegiatan-kegiatan dalam kelompok profesi.

9) Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.

10) Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.

11) Bekerjasama dengan puskesmas, institusi lain sebagai anggota tim dalam memberikan asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut.

12) Membina hubungan baik dengan dukun, kader kesehatan/PLKB dan masyarakat.

13) Melaksanakan pelatihan, membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan lain.

14) Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi.

15) Membina kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.


c. Pendidik

1) Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khusus yang berhubungan dengan pihak terkait mengenai kesehatan anak dan KB.

a) Bersama klien mengkaji kebutuhan akan pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak dan KB.

b) Bersama klien dan pihak terkait menyusun rencana penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang

c) Menyiapkan alat dan bahan pendidikan penyuluhan sesuai dengan rencana yang tersusun.

d) Melaksanakan program rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang melibatkan unsur-unsur yang terkait termasuk masyarakat.

e) Bersama klien mengevaluasi hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan masyarakat dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan program di masa yang akan datang.

2) Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap dan sistematis.

3) Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya.

a) Mengkaji kebutuhan latihan dan bimbingan kader, dukun dan siswa.

b) Menyusun rencana latihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian.

c) Menyiapkan alat dan bahan untuk keperluan latihan dan bimbingan peserta latih sesuai dengan rencana yang telah disusun.

d) Melaksanakan pelatihan dukun dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.

e) Membimbing siswa bidan dan siswa keperawatan dalam lingkup kerjanya.

f) Menilai hasil latihan dan bimbingan yang telah diberikan.

g) Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.

h) Mendokumentasikan senua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan dan bimbingan secara sistematis dan lengkap.


d. Peneliti/investigator

Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok

1) Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan.

2) Menyusun rencana kerja pelatihan.

3) Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana.

4) Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi.

5) Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut

6) Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan.


  1. Tanggung jawab Bidan

a. Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturan tenaga kesehatan ditetapkan di dalam undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Tugas dan kewenangan bidan serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik bidan diatur di dalam peraturan atau keputusan Menteri Kesehaur. Kegiatin praktik bidan dikontrol oleh peraturan tersebut. Bidan harus dapat mempertanggungjawabkan tugas kegiatan yang dilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi

Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan profesionalnya. Oleh karena itu bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan jalan mengikuti pelatihan, pendidikan seminar dan pertemuan ilmiah lainnya.

c. Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan

Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk catatan tertulis. Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat dipertanggungjawabkannya bila terjadi gugatan. Catatan yang dilakukan bidan dapat digunakan sebagai bahan laporan untuk disampaikan kepada atasannya. Di Indonesia belum ada ketentuan lamanya menyimpan catatan bidan. Di Inggris, bidan harus menyimpan catatan kegiatannya selama 25 tahun.

d. Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani

Bidan memiliki kewajiban memberikan asuhan kepada ibu dan anak yang meminta pertolongan kepadanya. Ibu dan anak sangat erat hubungannya dengan keluarga. Oleh karena itu kegiatan bidan sangat erat kaitannya dengan keluarga. Tanggung jawab bidan tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak, akan tetapi juga menyangkut pada kesehatan keluarga. Bidan harus dapat mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan keluarga dan memberikan pelayanan dengan tepat sesuai dengan kebutuhan keluarga. Pelayanan terhadap kesehatan keluarga merupakan kondisi yang diperlukan bags ibu yang membutuhkan keselamatan, kepuasan dan kebahagiaan selama masa hamil atau melahirkan Oleh karena itu bidan harus mengerahkan segala kemampuan pengetahuan, sikap dan perilakunya di dalam memberikan pelayanan kesehatan pada keluarga yang membutuhkan.


  1. Kompetensi bidan

Kompetensi: kewenangan yang didukung oleh kemampuan untuk menentukan (memutuskan sesuatu)

Berdasarkan Permenkes 572 tahun 1996 tentang Registrasi dan Praktik Bidan, kompetensi yang ada di dalam kurikulum DIII Kebidanan (1996), serta memperhatika draft ke VI kompetensi inti bidan yang disusun oleh ICM Februari 1999. maka kompetensi inti bidan dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Kompetensi 1 :

Bidan mempunyai persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu sosial, kesehatan masyarakat dan etik yang membentuk dasar dari asuhan yang bermutu tinggi sesuai dengan budaya, untuk wanita, bayi baru lahir dan keluarganya

1) Pengetahuan dan keterampilan dasar

a) Kebudayaan dasar masyarakat Indonesia.

b) Keuntungan dan kerugian praktik kesehatan tradisional dan modern.

c) Sarana tanda bahaya serta transportasi kegawatdaruratan bagi anggota masyarakat yang sakit yang membutuhkan asuhan tambahan.

d) Penyebab langsung maupun tidak langsung kematian dan kesakitan ibu dan bayi di masyarakat

e) Advokasi dan strategi pemberdayaan wanita dalam mempromosikan hak-haknya yang diperlukan untuk mencapai kesehatan yang optimal (kesetaraan dalam memperoleh pelayanan kebidanan).

f) Keuntungan dan risiko dari tatanan tempat bersalin yang tersedia.

g) Advokasi bagi wanita agar bersalin dengan aman.

h) Masyarakat-keadaan kesehatan lingkungan, termasuk penyediaan air. perumahan, risiko lingkungan, makanan dan ancaman umum bagi kesehatan.

i) Standar profesi dan praktik kebidanan

2) Pengetahuan dan ketrampilan tambahan

a) Epidemiologi, sanitasi, diagnosa masyarakat dan vital statistik.

b) Infrastruktur kesehatan setempat dan nasional serta bagaimana mengakses sumber daya yang dibutuhkan untuk asuhan kebidanan.

c) Primary Health Care (PHC) berbasis di masyirakar dengan menggunakan promosi kesehatan serta strategi pencegahan penyakit.

d) Program imunisasi nasional dan akses untuk pelayanan imunisasi.

3) Perilaku profesional Bidan

a) Berpegang teguh pada filosofi etika profesi dan aspek legal.

b) Bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan keputusan klinis yang dibuatnya.

c) Senantiasa mengikuti perkembangan pengecilan dan keterampilan mutakhir.

d) Menggunakan cara pencegahan universal untuk penularan penyakit dan strategi pengendalian infeksi.

e) Melakukan konsultasi dan rujukan yang tepat dalam memberikan asuhan kebidanan.

f) Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca persalinan bayi baru lahir dan anak.

g) Menggunakan model kemitraan dalam bekerjasama dengan kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri.

h) Menggunakan ketrampilan mendengar dan memfasilitasi.

i) Bekerja sama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan keluarga.

j) Advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan.


b. Kompetensi 2 :

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan menjadi orang tua.

1) Pengetahuan dasar

a) Pertumbuhan dan perkembangan seksualitas dan aktivitas seksual.

b) Anatomi dan fisiologi pria dan wanita yang berhubungan dengan konsepsi dan reproduksi.

c) Norma dan praktik budaya dalam kehidupan seksualitas dan kemampuan bereproduksi.

d) Komponen riwayat kesehatan, riwayat keluarga, dan riwayat genetik yang relevan.

e) Pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mengevaluasi potensi kehamilan yang sehat.

f) Berbagai metode alamiah untuk menjarangkan kehamilan dan metode lain yang bersifat tradisional yang lazim digunakan.

g) Jenis, indikasi, cara pemberian, cara pencabutan dan efek samping berbagai kontrasepsi yang digunakan antara lain pil, suntikan, AKDR, alat kontrasepsi bawah kulit AKBK), kondom, tablet vagina dan tisu vagina.

h) Metode konseling bagi wanita dalam memilih suata metode kontrasepsi.

i) Penyuluhan kesehatan mengenai PMS, HIV AIDS dan kelangsungan hidup anak.

j) Tanda dan gejala infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual yang lazim terjadi.


2) Pengetahuan tambahan

a) Faktor-faktor yang menentukan dalam pengambilan keputusan: ang berhubungan dengan kehamilan yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan.

b) Indikator penyakit akut dan kronis yang dipengaruhi oleh kondisi geografis dan proses rujukan untuk pemeriksaan/pengobatan lebih lanjut.

c) Indikator dan metode konseling rujukan terhadap gangguan hubungan interpersonal, termasuk kekerasan dan pelecehan dalam keluarga (seks, fisik, dan emosi).


3) Ketrampilan dasar

a) Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang lengkap.

b) Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus sesuai dengan kondisi wanita.

c) Menetapkan dan atau melaksanakan dan menyimpulkan hasil pemeriksaan laboratorium seperti hematokrit dan analisa urine.

d) Melaksanakan pendidikan kesehatan dan ketrampilan konseling dasar dengan tepat.

e) Memberikan pelayanan KB yang tersedia sesuai kewenangan dan budaya masyarakat.

f) Melakukan pemeriksaan berskala akseptor KB dan melakukan intervensi sesuai kebutuhan.

g) Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang ditemukan.

h) Melakukan pemasangan AKDR.

i) Melakukan pencabutan.AKDR dengan letak normal.


4) Keterampilan tambahan

a) Melakukan pemasangan AKBK

b) Melakukan pencabutan AKBK dengan letak normal


c. Kompetensi 3 :

Bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan deteksi dini pengecatan atau rujukan

1) Pengetahuan dasar

a) Anatomi dan fisiologi tubuh manusia

b) Siklus menstruasi dan proses konsepsi

c) Tumbuh kembang janin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

d) Tanda-tanda dan gejala kehamilan.

(1) Mendiagnosa kehamilan.

(2) Perkembangan normal kehamilan.

e) Komponen riwayat kesehatan.

(1) Komponen pemeriksaan fisik yang terfokus selama antenatal.

(2) Menentukan umur kehamilan dari riwayat menstruasi, pembesaran dan atau tinggi fondus uteri.

(3) Mengenal tanda dan gejala anemia ringan dan berat, hyperemesis gravidarum, kehamilan efciopik terganggu, abortus imminen, rnqlla hydatidosa dan komplikasinya dan kehamilan ganda, kelainan letak serta preeklamsia.

(4) Nilai normal dari pemeriksaan laboratorium seperti Haemoglobin dalam darah, test gula, protein. acetone, dan bakteri dalam urine.

(5) Perkembangan normal dari kehamilan: perubahan bentuk fisik, ketidaknyamanan yang lazim. pertumbuhan fundus uteri yang diharapkan.

f) Perubahan psikologis yang normal dalam kehamilan dan dampak kehamilan terhadap keluarga.

g) Penyuluhan dalam kehamilan : perubahan fisik. perawatan buah dada, ketidaknyamanan, kebersihan, seksualitas, nutrisi, pekerjaan dan aktifitas (senam hamil).

h) Kebutuhan nutrisi bagi wanita hamil dan janin

(1) Penatalaksanaan imunisasi pada wanita hamil

(2) Pertumbuhan dan perkembangan janin.

(3) Persiapan persalinan, kelahiran dan menjadi orang tua

i) Persiapan keadaan dan rumah/keluarga untuk menyambut kelahiran bayi.

a) Tanda-tanda dimulainya persalinan.

b) Promosi dan dukungan pada ibu menyusui.

c) Teknik relaksasi dan strategi meringankan nyeri pada persiapan persalinan dan kelahiran.

d) Mendokumentasikan temuan dan asuhan yang diberikan.

e) Mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan.

f) Penggunaan obat-obat tradisional ramuan yang aman untuk mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan.

g) Akibat yang ditimbulkan dari merokok, penggunaan alkohol, dan obat terlarang bagi wanita hamil dan janin.

h) Akibat y ng ditimbulkan/ditularkan oleh binatang tertentu terhadap kehamilan, misalnya toxoplaslosis.

i) Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa, seperti pre eklampsia, perdarahan pervaginsm. kelahiran premature, anemia berat

j) Kesejahteraan janin termasuk DJJ dan pola aktifitas janin.

k) Resusitasi kardiopulmonary.


2) Pengetahuan tambahan

a) Tanda, gejala dan indikasi rujukan pada komplikasi tertentu dalam kehamilan seperti asma, infeksi HIV, penyakit rssnular seksual (PMS), diabetes, kelainan jantung, postmatur/serotinus.

b) Akibat dan penyakit akut dan kronis yang disebabkan di atas bagi kehamilan dan janinnya


3) Keterampilan dasar

a) Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisanya padi setiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.

b) Melaksanakan pemeriksaan fisik umum secara skematis dan lengkap.

c) Melakukan pemeriksaan abdomen secara lengkap termasuk pengukuran tinggi fundus uteri/posisi' presentasi dan penurunan janin.

d) Melakukan penilaian pelvic, termasuk ukuran dari struktur tulang panggul.

e) Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk detak jantung janin dengan meagganakan fetoscope (Pinard) dan gerakan janin dengan palpasi uterus.

f) Menghitung usia kehamilan dan menentukan perkiraan persalinan.

g) Mengkaji status nutrisi ibu hamil dan hubungannya dengan pertumbuhan janin.

h) Mengkaji kenaikan berat badan dan hubungannya dengan komplikasi kehamilan.

i) Memberikan penyuluhan pada klien/keluarga mengenai tanda-tanda bahaya dan serta bagaimana menghubungi bidan.

j) Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat I. irortus ;mminen dan pre eklampsia ringan.

k) Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan yang lazim terjadi dalam kehamilan.

l) Memberikan imunisasi pada ibu hamil.

m) Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan melakukan penanganan yang tepat termasuk merujuk ke fasilitas pelayanan yang tepat dari:

(1) Kekurangan gizi

(2) Pertumbuhan janin yang tidak adekuat: SGA dan LGA

(3) Pre eklampsia berat dan hipertensi.

(4) Perdarahan pervaginam.

(5) Kehamilan ganda pada janin kehamilan aterm.

(6) Kematian janin.

(7) Adanya edema signifikan, sakit kepala yang hebat, gangguan pandangan, nyeri epigastrium yang disebabkan tekanan darah tinggi.

(8) Ketuban pecah sebelum waktunya

(9) Persangkaan polyhidramnion.

(10) Diabetes mellifus.

(11) Kelainan congenital pada janin.

(12) Hasil laboratorium yang tidak normal

(13) Persangkaan polyhidramnion, kalainan janin

(14) Infeksi pada ibu hamil seperti: PMS, vaginitis, infeksi saluran/perkemihan dan saluran nafas.

n) Memberikan bimbingan dan persiapan untuk persalinan, kelahiran dan menjadi orang tua.

o) Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai perilaku kesehatan selama hamil, seperti nutrisi. latihan (senam), keamanan dan berhenti merokok.

p) Penggunaan secara aman jamu, obat-obatan tradisional yang tersedia


4) Keterampilan tambahan

a) Menggunakan Doppler untuk memantau DJJ.

b) Memberikan pengobatan dan atau kolaborasi terhadap penyimpangan dari keadaan normal dengan menggunakan standar lokal dan sumber daya yang tersedia.

c) Melaksanakan kemampuan LSS dalam manajemen pasca abortion.

d. Kompetensi 4 :

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir

1) Pengetahuan dasar

a) Fisiologi persalinan.

b) Anatomi tengkorak janin, diameter yang penting dan penunjuk.

c) Aspek psikologis dan kultural pada persalinan dan kelahiran.

d) Indikator tanda-tanda mulai persalinan.

e) Kemajuan persalinan normal dan penggunaan partograf atau alat serupa.

f) Penilaian kesejahteraan janin dalam masa persalinan.

g) Penilaian kesejahteraan ibu dalam masa persalinan.

h) Proses penurunan janin melalui pelvik seiama persalinan dan kelahiran.

i) Pengelolaan dan penatalaksanaan persalinan dengan kahamilan normal dan ganda.

j) Pemberian kenyamanan dalam persalinan, seperti : kehadiran keluarga/ pendamping, peraturan posisi, hidrasi, dukungan moril, pengurang nyeri tanpa obat.

k) Transisi bayi baru lahir terhadap kehidupan luar uterus.

l) Pemenuhan kebutuhan fisik bayi baru lahir meliputi pernafasan, kehangatan, dan memberikan ASI PASI.

m) Pentingnya kebutuhan emosional bayi baru lahir jika memungkinkan antara lain kontak kulit langsung, kontak mata an iar bayi dan ibunya bila dimungkinkan.

n) Mendukung dan meningkatkan pemberian ASI eksklusif.

o) Manajemen fisiologi kala III.

p) Memberikan suntikan intramuskuler meliputi uterotonika. antibiotika dan sedativa.

q) Indikasi tindakan kedaruratan seperti : distosia bahu, asfiksia neonatal, retensio plasenta. perdarahan karena atonia uteri dan renjatan.

r) Indikasi tindakan operatif pada persalinan misalnya gawat janin. CPD.

s) Indikator komplikasi persalinan : perdarahan. partus macet, kelainan presentasi, eklampsia. kelelahan ibu. gawat janin, infeksi, ketuban pecah dini tanpa infeksi, distosia karena inersia uten primer, post term1 dan pre term serta tali pusat menumbung.

t) Prinsip manajemen kala III secara fisiologis.

u) Prinsip manajemen aktif kala III.


2) Pengetahuan tambahan

a) Penatalaksanaan persalinan dengan maferesentas

b) Pemberian suntikan anastesi lokal.

c) Akselerasi dan induksi persalinan

3) Keterampilan dasar.

a) Mengumpulkan data yang terfokus pada riwayat kebidanan dar, tanda-tanda ibu pada persalinan sekarang.

b) Melaksanakan pemeriksaan fisik yang terfokus.

c) Melakukan pemeriksaan abdomen secara lengkap untuk posisi dan penurunan janin.

d) Mencatat waktu dan mengkaji kontraksi uterus (lama, kekuatan dan frekuensi).

e) Melakukan pemeriksaan panggul (pemeriksaan dalam) secara lengkap dan akurat meliputi pembukaan, penurunan, bagian terendah, presentasi, posisi, keadaan ketuban, dan proporsi panggul dengan bayi.

f) Melakukan pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograph.

g) Memberikan dukungan psikologis bagi wanita dan keluarganya.

h) Memberikan cairan, nutrisi dan kenyamanan yang adekuat selama persalinan.

i) Mengidentifikasi secara dini kemungkinan pola persalinan abnormal dan kegawatdaruratan dengan intervensi yang sesuai dan atau melakukan rujukan dengan tepat waktu.

j) Melakukan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm sesuai dengan indikasi.

k) Menolong kelahiran bayi dengan lilitan tali pusat.

l) Melakukan episiotomi dan penjahit n. jika diperlukan.

m) Melakukan manajemen fisiologi kala III.

n) Melaksanakan manajemen aktif kala III.

o) Memberikan suntikan intramuskuler meliputi rjerotonika antibiotoka dan sedative.

p) Memasang infuse, mengambil darah untuk memeriksaan haemoglobin (HB) dan hemarokrit CxTT).

q) Menahan uterus untuk mencegah terjadinya imrse dalam kala III.

r) Memeriksa kelengkapan plasenta dan selapumya.

s) Memperkirakan jumlah darah yang keluar pada persalinan dengan benar.

t) Maneriksa robekan vagina, serviks dan perineum.

u) Menjahit robekan vagina dan perineum tingkat II.

v) Memberikan pertolongan persalinan abnormal : letak sungsang, pertus macet kepala di dasar panggul, ketuban pecah dini tanpa infeksi, post term dan preterm.

w) Melakukan pengeluaran plasenta secara manual.

x) Mengelola perdarahan post partum.

y) Memindahkan ibu untuk tindakan tambahan kegawatdaruratan dengan tepat waktu sesuai indikasi.

z) Memberikan lingkungan yang aman dengan meningkatkan hubungan/tali kasih ibu dan bayi baru lahir.

å) Memfasilitasi ibu untuk menyusui sesegera mungkin dan mendukung ASI eksklusif.

ä) Mendokumentasikan temuan-temuan yang penting dan intervensi yang dilakukan


4) Keterampilan tambahan

a) Menolong kelahiran presentasi muka dengan penempatan dan gerakan tangan yang tepat

b) Memberikan suntikan anastesi local jika diperlukan.

c) Melakukan ekstraksi forcep rendah dan vakum jika diperlukan sesuai kewenangan

d) Mengidentifikasi dan mengelola malpresentasi distosia bahu, gawat janin dan kemauan janin dalam kandungan (ILJFD) dengan tepat

e) Mengidentifikasi dan mengelola tali pusat menumbung.

f) Mengideniifikasi dan menjahit robekan serviks

g) Membuat resep dan atau memberikan obat-obatan untuk mengurangi nyeri jika diperlukan sesuai kewenangan.

h) Memberikan oksitosin dengan tepat untuk induksi dan akselerasi persalinan dan penanganan perdarahan post partum.


e. Kompetensi 5:

Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat

1) Pengetahuan Dasar

a) Fisiologis nifas.

b) Proses involusi dan penyembuhan sesudah persalinan/abortus.

c) Proses laktasi/menyusui dan teknik menyusui yang benar serta penyimpangan yang lazim terjadi termasuk pembengkakan payudara, abses, masntis, puting susu lecet, putting susu masuk.

d) Nutrisi ibu nifas, kebutuhan istirahat, aktifitas dan kebutuhan fisiologis lainnya seperti pengososgan kandung kemih.

e) Kebutuhan nutrisi bayi baru lahir.

f) Adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin aan abortus.

g) Bonding & attachement orang tua dan bayi baru lahir untuk menciptakan hubungan positif.

h) Indikator subinvolusi misalnya perdarahan yang terus-menerns, infeksi.

i) Indikator masalah-masaiaii laktasi.

j) Tanda dan gejala yang mengancam. kehici3an misalnya perdarahan penaginaxn menetap. ?:sa plasenta, reigatan (shock) dan pre eklampsia rest pcrtum.

k) Indikator pada komplikasi tertentu dalam periode post partum seperti anemia kronis, hemaiaua vnfca. retensl urin dan ineontineetia alvi.

l) Kebutuhan asuhan dan konseling selama dan sesudah abortus.

m) Tanda dan gejala komplikasi abortus

2) Keterampilan dasar

a) Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang terfokus, termasuk keterangan rinci tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran.

b) Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada ibu.

c) Pengkajian involusi uterus serta penyembuhan perlukaan/luka jahitan.

d) Merumuskan diagnosa masa nifas.

e) Menyusun perencanaan.

f) Memulai dan mendukung pemberian ASI eksklusif.

g) Melaksanakan pendidikan kesehatan pada ibu meliputi perawatan diri sendiri, istirahat, nutrisi, dan asuhan bayi ban lahir.

h) Mengidentifikasi hematoma vulva dan melaksanakan rujuk, m bilamana perlu.

i) Mengidentifikasi infeksi pada ibu, mengobati sesuai kewenangan atau merujuk untuk tindakan yang sesuai.

j) Penatalaksanaan ibu post partum abnormal : sisa plasenta, renjatari dan infeksi ringan.

k) Melakukan konseling pada ibu tentang seksual itas dan KB pasca persalinan.

l) Melakukan konseling dan memberi dukungan untuk wanita pasca aborsi.

m) Melakukan kolaborasi atau rujukan pada , komplikasi tertentu.

n) Memberikan antibiotika yang sesuai.

o) Mencatat dan mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.


3) Keterampilan tambahan

Melakukan insisi pada hematoma vulva.


f. Kompetensi 6 :

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.

1) Pengetahuan dasar

a) Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus.

b) Kebutuhan dasar bayi baru lahir: kebersihan jalan nafas, perawatan tali pusat, kehangatan, nutrisi, binding attachment.

c) Indikator pengkajian bayi baru lahir, misalnya nilai APGAR.

d) Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.

e) Tumbuh kembang yang normal pada bayi bara lahir sampai 1 bulan.

f) Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti : caput. molding, mongolian spot, iiemangioma.

g) Komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: hypoglikemi, hypotermi, dehidrasi dan infeksi ikterus.

h) Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan.

i) Keuntungan dan risiko imunisasi pada bay:.

j) Penumbuhan dan perkembangan bayi prematur

k) Komplikasi tertentu pada bayi baru lahir seperti trauma intra-cranial. fraktur clavikula, kematian mendadak, dan hematoma.

2) Pengetahuan tambahan

Sunar dan tindik pada bayi perempuan .

3) Keterampilan dasar

a) Membersihkan jalan nafas dan memlihara kelancaran pernafasan dan merawat tali pusat.

b) Menjaga kehangatan dan menghindari panas yang berlebihan.

c) Menilai segera bayi baru lahir seperti nilai APGAR.

d) Membersihkan badan bayi dan memberikan identitas.

e) Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan adanya tanda kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang tidak memungkinkan untuk hidup.

f) Mengatur posisi bayi pada waktu menyusu.

g) Memberikan imunisasi pada bayi.

h) Mengajarkan pada orang tua tentang tanda-tanda bahaya dan kapan harus membawa bayi untuk minta pertolongan medik.

i) Melakukan tindakan pertolongan kegawatdaruratan pada baja baru lahir seperti : kesulitan bernafas asfiksia. Hypotermia, hypoglikemia.

j) Memindahkan secara aman bayi baru lahir ke fasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.

k) Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.

4) Keterampilan tambahan

a) Melakukan penilaian masa gestasi

b) Mengajarkan pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dan asuhannya.

c) Membantu orang tua dan keluarga untuk memperoleh sumber daya yang tersedia di masyarakat.

d) Memberi dukungan pada orang tua selama masaberduka cita yang sebagai akibat bayi dengan cacat bawaan, keguguran dan kematian bayi.

e) Memberi dukungan pada orang tua selama bayinya dalam perjalanan rujukan diakibatkan ke fasilitas perawatan kegawatdamratan.

f) Memberikan dukungan pada orang tua dengan kelahiran ganda.

g) Melakukan tindik dan sunat pada bayi perempuan.


g. Kompetensi 7:

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi dan balita sehat (1 bulan-5 bulan)

1) Pengetahuan Dasar

a) Keadaan kesehatan bayi dan anak di Indonesia, meliputi ; angka kesakitan, angka kematian, penyebab kesakitan dan kematian.

b) Peran dan tanggung jawab orang tua dalam pemeliharaan bayi dan anak.

c) Pertmbuhan dan perkembangan bayi dan anak non! al serta factor-faktor yang mempengaruhinya.

d) Kebutuhan fisik dan psiko sosial anak.

e) Prinsip dan standar nutrisi pada bayi dan anak.

f) Prinsip-prinsip komunikasi pada bayi dan anak.

g) Prinsip keselamatan untuk bayi dan anak.

h) Upaya pencegahan penyakit pada bayi dan anak. misalnya pemberian imunisasi.

i) Masalah-masalah yang lazim terjadi pada bayi normal, seperti: gumoh. regurgitasi. diaperasi aan lain-lain serta penatalaksanaan nya.

j) Penyakit-penyakit yang sering terjadi pada bay. dan anak.

k) Paryimpangan tumbuh kembang bayi dan anak setia penatalaksanaannya.

l) Bahaya-bahaya yang sering terjadi pada bayi dana anak di dalam dan di luar rumah serta upaya pencegahannya.

m) Kegawatdaruratan pada bayi dan anak serta penatalaksanaannya.

2) Keterampilan dasar

a) Melaksanakan pemantauan dan menstimulasi tumbuh kembang bayi dan anak.

b) Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentang pencegahan bahaya-bahaya pada bayi dan anak sesuai dengan usia.

c) Melaksanakan pemberian imunisasi pada bayi dan anak.

d) Mengumpulkan data tentang riwayat kesehatan pada bayi dan anak yang terfokus pada gejala.

e) Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus.

f) Mengidentifikasi penyakit berdasarkan data dan pemeriksaan fisik.

g) Melakukan pengobatan sesuai kewenangan kolaborasi atau merujuk dengan cepat dan tepat sesuai dengan keadaan bayi dan anak.

h) Menjelaskan pada orang tua tentang tindakan yang dilakukan.

i) Melakukan pemeriksaan secara berkala pada bayi sesuai dengan standar yang berlaku.

j) Melaksanakan penyuluhan pada orang tua tentara pemeliharaan bayi dan anak.

k) Melaksanakan penilaian status nutrisi pada bayi dan anak.

l) Melaksanakan tindakan, kolaborasi atau merujuk secara cepat sesuai keadaan bayi dan anak yang mengalami cidera dan kecelakaan

m) Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.


h. Kompetensi 8 :

Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.

1) Pengetahuan dasar

a) Konsep dan sasaran kebidanan komunitas

b) Masalah kebidanan komunitas.

c) Pendekatan- asuhan kebidanan pada keluarga, kelompok dan masyarakat.

d) Strategi pelayanan kebidanan komunitas.

e) Ruang lingkup pelayanan kebidanan komunitas.

f) Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga dan masyarakat

g) Fakror-faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.

h) Sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak.

2) Pengetahuan tambahan

a) Kepemimpinan untuk semua (kesuma)

b) Penasaran sosial.

c) Peran serta Masyarakat (PSM),

d) Aadit maternal perinatal.

e) Perilaku kesehtan masyarakat.

f) Program-program pemerintah yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak (Safe motherhood dan Gerakan saving Ibu).

g) Paradigma sehat 2010.

3) Ketrampilan dasar

a) Melakukan pengelolaan pelayanan ibu hamil nifas, menyusui, bayi balita dan KB di masyarakat.

b) Mengidentifikasi status kesehatan ibu dan anak.

c) Melakukan pertolongan persalinan di rumah dan polindes.

d) Mengelola pondok bersalin desa (Polindes).

e) Melaksanakan kunjungan rumah pada ibu hamil, nifas dan laktasi, bayi dan balita.

f) Melakukan penggerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya-upaya kesehatan ibu dana anak.

g) Melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan.

h) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan

4) Keterampilan tambahan

a) Melakukan pemantauan KIA dengan menggunakan PWSKIA.

b) Melaksanakan pelatihan dan pembinaan dukun bayi.

c) Mengelola dan memberikan obat-obatan sesuai dengan kewenangannya.

d) Menggunakan teknologi kebidanan tepat guna.

i. Kompetensi 9 :

Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita ibu dengan gangguan system reproduksi

1) Pengetahuan dasar

a) Penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual (PMS). HIV AIDS.

b) Tanda dan gejala infeksi saluran kemih serta penyakit seksual yang lazim terjadi.

c) Tanda, gejala dan penatalaksanaan pada kelaianan ginekologi meliputi : keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.

2) Keterampilan dasar

a) Mengidentifikasi gangguan masalah dan kelainan-kelainan sistem reproduksi.

b) Melaksanakan pertolongan pertama pada wanita' ibu dengan gangguan system reproduksi.

c) Melaksanakan kolaborasi dan atau rujukan secara cepat dan tepat pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi.

d) Memberikan pelayanan dan pengobatan sesuai dengan kewenangan pada kelainan ginekologi meliputi: keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.

e) Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.

3) Keterampilan tambahan

a) Mempersiapkan wanita menjelang klimakrerium dan menopause.

b) Memberikan pengobatan pada perdarahan abnormal dan abortus spontan (bila belum sempurna).

c) Melaksanakan kolaborasi dan atau rujukan secara tepat pada wanita/ibu dengan gangguan system reproduksi.

d) Memberikan pelayanan dan pengobatan, sesuai cergan kewenangan pada gangguan system reproduksi meliputi: keputighan perdarahan tidak teratur dan penundaan haid.

4) Pengetahuan tambahan

a) Mikroskop dan penggunaannya.

b) Teknik pengambilan dan pengiriman secara Pap smear.

5) Keterampilan tambahan

a) Menggunakan mikroskop untuk pemeriksaan hapusan vagina.

b) Mengambil dan proses pengiriman sediaan Pap Smear.


  1. Praktik profesional bidan

a. Definisi praktik profesional Bidan

Adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan/asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan secara profesional.

Arti profesional di sini adalah memiliki keterampilan dan kecakapan yang diperoleh dari program pendidikan bidan (minimal DIII Kebidanan), memiliki persyaratan yang telah dibakukan oleh Organisasi Profesi (IBI) dan Pemerintah, diakui oleh masyarakat dan selalu memperhatikan kewenangan, peran dan fungsi serta tanggung jawabnya sebagai bidan, memperhatikan kompetensi bidan, mematuhi etika dan kode etik profesi, dan menjalankan praktiknya sesuai dengan standar pelayanan dan standar praktik bidan.

b. Syarat praktik profesional Bidan

1) Harus memiliki Surat Ijin Praktek Bidan (SIPP) baik bagi bidan yang praktik pada sarana kesehatan dan/atau perorangan Bidan Praktek Swasta (BPS).

2) Bidan yang praktik perorangan harus memenuhi persyaratan yang meliputi tempat dan ruangan praktik, tempat tidur, peralatan, obat-obatan dan kelengkapan administrasi.

3) Dalam menjalankan praktik profesionalnya harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, berdasarkan pendidikan dan pengalaman serta berdasarkan standar profesi

4) Dalam menjalankan praktik profesionalnya harus menghormati hak pasien, memperhatikan kewajiban bidan, merujuk kasus yang tidak dapat ditangani, meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan dan melakukan medical record dengan baik

5) Dalam menjalankan praktik profesionalnya bidan wajib melakukan pencatatan dan pelaporan.

c. Wewenang Bidan dalam menjalankan praktik profesionalnya

Berdasarkan Kepmenkes 900/MENKES/SK/Vn;2002 wewenang bidan antara lain :

1) Memberikan pelayanan kebidanan ibu dan anak.

a) Pelayanan kebidanan pada ibu.

(1) Penyuluhan dan konseling

(2) Pemeriksaan fisik.

(3) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal.

(4) Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil dengan abortus imminens, hiperemesis gravidarum tingkat I, preeklamsi ringan dan anemi ringan

(5) Pertolongan persalinan normal.

(6) Pertolongan persalinan abnormal yang mencakup letak sungsang. partus macet kepala di dasar panggul, ketuban pecah dini (KPD) tanpa infeksi, perdarahan post partum, laserasi jalan lahir, distokia karena inersia uteri primer post term dan pre term

(7) Pelayanan ibu nifas normal

(8) Pelayanan ibu nifas abnonral yang mencakup retensio placenta, renjatar. dan infeksi ringan

(9) Pelayanan dan pengobatan pada kelaianan ginekologi yang meliputi keputihan, perdarahan tidak teratur dan penundaa haid

b) Pelayanan kebidanan pada anak.

(1) Pemeriksaan bayi baru lahir

(2) ii) Perawatan tali pusat

(3) Perawatan bayi

(4) Resusitasi pada bayi baru lahir

(5) Pemantauan tumbuh kembang ank

(6) Pemberian imunisasi

(7) Pemberian penyuluhan

(8) Dalam keadaan tidak terdapat dokter yang berwenang pada wilayah tersebut, bidan dapat memberikan pelayanan pengobatan pada penyakit ringan bagi ibu dan anak sesuai dengan kemampuannya

d. Berkaitan dengan wewenang bidan tersebut di atas maka tindakan yang boleh dilakukan bidan adalah :

1) Memberikan imunisasi.

2) Memberi suntikan pada penyulit kehamilan, persalinan dan nifas.

3) Mengeluarkan plasenta secara manual

4) Bimbingan senam hamil.

5) Pengeluaran sisa jaringan konsepsi.

6) Episiotomi.

7) Penjahitan luka episiotomi dan luka jalan lahir sampai tingkat II.

8) Amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm.

9) Pemberian infus.

10) Pemberian suntikan intramuskuler uterotonika, antibiotika dan sedativa.

11) Kompresi bimanual.

12) Versi ekstraksi gemeli pada kelahiran bayi kedua dan seterusnya.

5 komentar:

  1. boleh kasih contoh kasusnya dong ????bagi bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi & komperenhensif pada keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat...
    makasih...

    BalasHapus