Senin, 02 Agustus 2010

PROSES BERUBAH

1. Definisi

Definisi perubahan menurut:

a. Broten, himen dan Naylor

Perubahan adalah sebagai proses pembimbing pada individu atau institusi dari tingkah laku

b. Max dan Miller

Perubahan adalah sebagai proses terjadinya perubahan dalam fungsi dan struktur masyarakat


2. Teori-teori Perubahan

a. Teori Kurt Lewin

Terdapat tiga tahapan → Unfreezing, moving dan refreezing

1) Unfreezing (Pencairan)

Pencairan adalah motivasi yang kuat untuk beranjak dari keadaan semula dan berubahnya keseimbangan yang ada, merasa perlu untuk berubah, menyiapkan diri dan siap untuk merubah atau melakukan perubahan.

2) Moving (Bergerak)

Bergerak menuju ke keadaan yang baru atau tingkat/tahap perkembangan baru karena memiliki cukup informasi, serta sikap dan kemampuan untuk berubah.

3) Refreezing (Pembekuan)

Pembekuan adalah adanya kekuatan pendorong untuk berubah dan adanya penghambat terjadinya perubahan.


Faktor pendorong untuk terjadinya perubahan pada manusia:

1) Kebutuhan dasar manusia

Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana teori kebutuhan dari Maslow

2) Kebutuhan Interpersonal

Manusia memiliki kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian perilaku, yaitu:

Ø Kebutuhan untuk bersama-sama

Ø Kebutuhan untuk melakukan kontrol

Ø Kebutuhan untuk dikasihi


Faktor penghambat dalam perubahan pada manusia:

Menurut New dan Couilard (1981), faktor penghambat (restraining force) yaitu:

1) Mengancam kepentingan pribadi

2) Persepsi yang kurang tepat

3) Sebagai reaksi psikologik

4) Toleransi untuk berubah yang kurang tepat


Alasan perubahan menurut Kurt Lewin:

1) Perubahan hanya boleh dilaksanakan dengan alasan yang baik

2) Perubahan harus secara bertahap

3) Semua perubahan harus direncanakan dan tidak secara drastis atau mendadak

4) Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam perencanaan perubahan


Alasan perubahan tersebut diperkuat oleh pendapat Sullivan dan Decker (1988) yang menyatakan bahwa perubahan boleh dilaksanakan hanya dengan alasan yang dapat diterapkan pada setiap situasi yaitu:

1) P’ubahan yg d’tujukan utk menyelesaikan masalah

2) P’ubahan d’tujukan utk membuat prosedur kerja lbh efisien

3) P’ubahan d’tujukan utk mengurangi pekerjaan yg tidak penting


Menurut pendapat Bennis dan Chin (1985) bahwa tidak semua orang mau berubah, ada beberapa alasan yang dapat membuat seseorang menolak perubahan:

1) Takut akan sesuatu yg tidak pasti

2) Takut akan kehilangan pengaruh

3) Takut kehilangan keterampilan

4) Takut gagal


3 (tiga) respon perubahan yang terjadi:

1) Menerima dan mendukung

2) Tidak mendukung dan tidak menolak

3) Menolak


b. Teori Roger (1962)

> Roger mengembangkan teori dari Lewin tentang 3 tahap perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang akan terlibat dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan

> Roger menjelaskan 5 tahap dalam perubahan yaitu: Kesadaran, Keinginan, Evaluasi, Mencoba dan Penerimaan


c. Teori Lippits

Tahap proses perubahan menurut Lippitts:

1) Menentukan masalah

2) Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan

3) Mengkaji motivasi change agen dan sarana yg tersedia

4) Menyeleksi tujuan perubahan

5) Memilih peran yg sesuai dilaksanakan oleh agen pembaharu

6) Mempertahankan perubahan yang sudah dimulai

7) Mengakhiri bantuan


3. Macam-macam perubahan

a. Perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan terjadi tanpa suatu persiapan sehingga hasil yang didapatkan kurang memuaskan.

b. Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan dan dipikirkan sebelumnya, terjadi dalam waktu yang lama dan adanya suatu tujuan yang jelas.

Perubahan yang direncanakan menurut:

1) Welch

Perubahan yang sangat nyata hasilnya, mencakup pemecahan masalah dan keahlian pengambilan keputusan juga kemampuan interpersonal.

2) Lippit

Suatu yang diharapkan dan bermanfaat terhadap individu, kelompok, organisasi dan sosial.


4. Tipe perubahan

Marris (1986) mengutarakan tiga tipe perubahan, yaitu:

a. Tiba-tiba dan tidak terduga (Sudden and unexpected)

b. Revolusioner (Revolutionary)

c. Perubahan terencana (planned change)


Menurut Marris, perubahan yang terjadi dalam bidang kebidanan tidak boleh bersifat tiba-tiba dan tidak terduga. Kalaupun bersifat revolusioner, perubahan yang terjadi harus merupakan perubahan besar hasil filosofi pemikiran bukan perubahan yang cepat tetapi bersifat merusak. Perubahan yang paling ideal adalah perubahan terencana.

Menurut Hegyvary (1982), perubahan terencana adalah “it starts with yhe first presentation of an idea to a group and if successful, it ends when the new idea is integrated into the culture of the group”. (dimulai ketika gagasan baru pertama kali diperkenalkan ke dalam sebuah kelompok, dan apabila gagasan tersebut diterima maka gagasan baru itu akan terintegrasi ke dalam budaya kelompok tersebut).


Perubahan yang terencana dapat diperoleh melalui salah satu pendekatan atau kombinasi dari jenis pendekatan dibawah ini:

a. Empirical-rational approach

Dalam pendekatan ini, setelah disampaikan informasi baru, individu akan mengubah perilakunya apabila menurut mereka perilaku yang baru itu menguntungkan

b. Normative-reeducative approach

Dalam pendekatan ini, meskipun informasi baru yang disampaikan cukup penting, namun individu baru akan mengubah perilakunya apabila sikap dan nilai-nilai yang dianut dalam hidupnya akan berubah.

c. Power-coersive approach

Dalam pendekatan ini, kekuatan perubahan bergantung pada seberapa besar pemaksaan kekuatan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk berubah.

Dalam praktik kebidanan, bidan berhadapan dengan manusia sebagai personal sehingga pendekatan yang paling tepat adalah yang menggunakan logika dan hati, yaitu Normative-reeducative approach.



Setiap manusia akan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap setiap perubahan, bergantung pada latar belakang mereka. Pada umumnya, proses reaksi terhadap perubahan terdiri atas takut, menyangkal, merana, menawar, kehilangan kemampuan memprediksi, kehilangan kontrol diri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar