Tampilkan postingan dengan label Askeb III (Nifas). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Askeb III (Nifas). Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Agustus 2010

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA (review)

Payudara wanita memiliki tiga unsur, yakni kelenjar susu yang menghasilkan susu,saluran susu dan jaringan penunjang yang meningkat kelenjar-kelejar susu.saluran susu bermuara keputing susu.Pemukaan putting susu memilki kurang lebih 20 ujung saluran susu yang berhubungan dengan kelenjar yang berada dipayudara.Jaringan penunjang terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat yang berada diantara kelenjar susu dan saluran susu agar menjadi kesatuan.

Proposi antar kelenjar susu, saluran susu dan jaringan penunjang berubah dengan bertambah usia. Pada masa remaja payudara terdiri dari saluran- saluran susu. Dengan bertambahnya usia, kelenjar susu akan bertanbah . Kelenjar susu mencapai jumlah terbanyak saat hamil dan menyusui, karena kelenjar tersebut digunakan untuk memproduksi air susu. Jaringan lemak juga akan bertambah banyak dengan bertambahnya usia. Semakin tua usia wanita, semakin banyak jaringan lemak didalam payudara akan ditemukan pada masa menopause.

Selain ketiga unsur tersebut, terdapat ligament yang melekat di tulang dada dan otot (musculus pectoralis Mayor) yang berada didasar payudara. Dengan bertambahnya usia ligament ini akan mengendur sehingga payudara akan tampak turun. Sementara itu, otot berfungsi untuk menggerakan payudara. Jika otot digerakkan, payudara akan ikut bergerak.

Payudara juga berhubungan dengan kelenjar getah bening. Kalenjar getah bening berhubungan erat hubungan dengan payudara adalah kelenjar getah bening yang ada diketiak, atas tulang clavikula. Kelenjar getah bening berfungsi sebagai benteng penyaring sel-sel yang meradang akibat infeksi. Jika terjadi infeksi, sel getah akan membesar. Kelainan yang terjadi pada payudara, seperti kanker, bisa terlokalisir pada kelenjar getah bening tersebut. Dalam keadaan normal kelenjar getah bening tidak terasa sewaktu diraba. Namun, kalau kanker menyebar kekelenjar getah bening, kelenjar ini akan terasa seperti tonjolan.

Salah satu keajaiban payudara wanita terletak pada ukuran yang tidak selalu sama antara kiri dan kanan, tetapi pada beberapa wanita ada juga yang sama. Kadang-kadang ada yang payudara kirinya lebih besar dari payudara, atau sebaluiknya. Meskipun demikian fungsinya tetap sama.


B. Dukungan Bidan Dalam Pemberian ASI

Salah satu kodrat adalah melahirkan anak.Anak membutuhkan makanan untuk menunjang awal kehidupannya. Makanan utama bayi baru lahir adalah ASI. Air susu yang pertama kali keluar yang disebut kolostrum, merupakan, makanan terbaik. Sebab, mengandung zat antibody yang berguna bagi tubuh bayi untuk melawan berbagai penyakit.

Sejak ibu mengalami, kelenjar susu pada payuara berkembang secara alamiah menyiapkan pembentukan air susu.

Air susu dan hrus memotipasi ibu bahwa ASI sumber makanan bergizi yang akan mendukung buah hati tumbuh dan cerdas, oleh karena itu ketika lahir hingga bayi berusia 6 bulan, ASI diberikan satu-satu sumber Bila keadaan ibu memungkinkan segera setelah bayi lahir harus sudah disusukan agar menyusui dini dapat diterapkan dan ikatan batin antara ibu dan bayi terjalin.makanan (ASI eksklusif ).

Selama ini para ibu menyusui pada umumnya berpendapat bahwa kualitas atau banyaknya ASI merupakan faktor penentu sukes tidaknya menyusui. Tapi persepsi ini tidak sepenuhnya tepat, karena selain kualitas, kualitas ASI juga penting.

Dalam kualitas, ibu dapat meningkatkannya melaluimanajemen laktasi. Sementara kualitas ASI sangatb ditentukan oleh nutrisi yang ibu konsumsi. Dengan demikian ibu menyusui dianjurkan untuk mengensumsi nutrisi yang lengkap dengan kandungan gizi yang baik untuk kecerdasan si buah hati.


C. Manfaat pemberian ASI

a. Bagi Ibu

1. lebih ekonomis dan efisien

2. Membantu mempercepat involusio uterus

3. Membantu menunda kembalinya masa subur ibu.sebagai salah satu cara mengantur jarak kelahiran (sistem KB).

4. mempercepat penurunan berat badan ibu.

5. Mencegah/penurunan kanker payudara dan induk telur.

6. Mencegah ibu mengalami pedarahan paska persalinan,sehingga dapat mencegah anemia.

7. Mempererat hubungan batin antara bayi dan ibu .

b. Bagi Bayi

1. Memiliki komposisi nutrisi yang terbaik.

2. Bersifat steril dan bebas dari pencernaan kuman

3. Mengandung banyak antimikroba, antiperadangan dan anti bodi. Sebagai anti penyakit, yang memperkuat daya tahan tubuh bayi dari serangan penyakit.

4. Tidak menyebabkan elergi

5. Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi

6. Dekapan ibu pada saat menyusui, akan memberikan rasa aman bagi bayi.


D. Komposisi Gizi Dalam Asi

Asi merupakan sumber makanan bergizi lengkap bermemfaat untuk membantu perkembangan otak bayi (Baby”s Brain Development), yang terkandung dalam Asi adalah :

1. Spingomyelin dan kolin

Sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir, yaitu untuk pertumbuhan organ-organ tubuh terutama pertumbuhan sel-sel otak yang berlangsung cepat, dalam hal ini, kolin dibutuhkan untuk mempercepat sentesis dan pelepasan asetil kolin, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam penyimpan memori, berpikir, bebicara, gerakan sadar dan rangsangan sensorik.

  1. AA Dan DHA (Brain care)

Merupakan Zat gizi penting yang diperlukan untuk berfungsi sel saraf dalam menerusakan rangsangan,

  1. Omega 3 dan Omega 6.

Asam lemak esensial untuk mendukung perkembangan otak bayi yang optimal

  1. Laktoferin
  2. Laktulosa
  3. Kalsium
  4. Zat Besi
  5. Asam Folat
  6. Vitamin D
  7. Vitamin dan Mineral Lengkap

Dengan Asi yang berkualitas, perkembangan otak bayi akan lebih optimal. Diharapkan saat ia berusia 1 tahun, berat otaknya mencapai tiga kali dibandingkan ketika lahir (jika berat otak saat lahir 350 gram, maka usia satu tahan akan mencapai 1000 gram)


E. Upaya Memperbanyak Asi

Nutrisi yang baik sangat penting untuk menunjang pertumbuhan sikecil, otaknya yang sedang sangat memerlukan dukungan zat gizi yang memadai, karena itu ibu harus semakin jeli dalam memilih sumber nutrisinya agar sikecil tumbuh dan berkembang secara optimal.

Untuk meningkatkan jumlah Asi, ibu sebaiknyamenjalankan manajemen laktasi, yaitu sebagai berikut :

  1. Sesuailah bayi lebih sering, minimal lebih 8 kali dalam 24 jam
  2. Setiap menyusui, gunakanlah kedua payudara secara bergantian tetapi diusahkan satu payudara sampai habis, baru pindah kepayudara yang lainnya.
  3. Kosumsi nutrisi lengkap dengan cukup kalori dan cukup air
  4. Saat menyusui, sebaiknya ibu berada di lingkungan yang tenang.



REFERENSI

Sylvia Verralls. 2003. Anatomi Dan fisiologi Terapan Dalam Kebidanan.Jakarta:EGC

Defertemen Kesehatan RI. 1999. Cara Menyususui yang baik.

Bari Abdul. 2002.Buku panduan praktis pelayanan kesehatan meternal dan neonatus. Yayasan bina pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta


PENGERTIAN MASA NIFAS


Masa nifas (puerperium) adalah di mulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu. Masa dilakukan untik menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani masalah-masalah yang terjadi.(buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, hal. N23 – N24).

Ada beberapa pengertian masa nifas, antara lain :

1. Masa Nifas dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu berikutnta ( JHPEIGO,2002)

2. Masa Nifas tidak kurang dari 10 hari dan tidak lebih dari 8 hari setelah akhir persalinan, dengan pemantauan bidan sesuai kebutuhan ibu dan bayi ( Benner dan Brown, 1997 )

Dalam bahasa latin, waktu tertentu setelah melahirkan anak ini disebut puerperium, yaitu dari kata puer yang artinya bayi dan parous melahirkan Puerperium berarti masa setelah melahirkan bayi.

Masa nifas ( puerperium ) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinanselesai hingga alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama masa nifas ini, yaitu 6-8 minggu. Nifas dibagi dalam 3 periode , yaitu :

1. Puerperium dini, yaitu kepulihan ketika ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan.

2. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genital.

3. Remote puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna,terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna mungkin beberapa minggu,bulan atau tahun.


A. TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS

Tujuan dari asuhan masa nifas adalah memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi sampai 42 hari setelah persalinan dan memberikan penyuluhan ASI ekslusif.(standar pelayanan kebidanan, hal 32).

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.

2. Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.

4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

5. Mendapatkan kesehatan emosi.


B. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM MASA NIFAS

Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas adalah memberi perawatan dan dukungan sesuai kebutuhan ibu, yaitu melalui kemitraan (partnership)dengan ibu.

Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain :

1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

2. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.

3. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.

4. Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi.

5. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.

6. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman.

7. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.

8. Memberikan asuhan secara professional.

9. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu nifas.

10. Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas.

11. Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah.

12. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.

13. Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan.

14. Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.


C. TAHAPAN MASA NIFAS

Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu :

1. Puerperium dini.

Suatu masa kepulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-jalan.

2. Puerperium intermedial.

Suatu masa dimana kepulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang lebih enam minggu.

3. Remote puerperium.

Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dlam keadaan sempurna terutama ibu bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.


D. KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL MASA NIFAS

Kebijakan program nasional pada masa nifas yaitu paling sedikit empat kali melakukan kunjungan pada masa nifas, dengan tujuan untuk :

1. Menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi.

2. Melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya.

3. Mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas.

4. Menangani komplikasi atau masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas maupun bayinya.

Asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas:

Kunjungan

Waktu

Asuhan

I

6-8 jam post partum

Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri.

Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut.

Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri.

Pemberian ASI awal.

Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.

Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi.

Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan baik.

II

6 hari post partum

Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal, uterus berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.

Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan.

Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.

Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan.

Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui.

Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir.

III

2 minggu post partum

Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum.

IV

6 minggu post partum

Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu selama masa nifas.

Memberikan konseling KB secara dini.